Prabowo Sebut Hoaks dan Fitnah di Media Sosial Bisa Jadi Ancaman Serius bagi Negara

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahaya penyebaran hoaks dan fitnah di media sosial yang menurutnya bisa berdampak besar hingga berpotensi merusak stabilitas sebuah negara, terutama di era digital saat ini.

“Dulu kirim pasukan, kirim bom, sekarang tidak perlu. Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks," kata Prabowo dalam taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Prabowo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan sistem digital membuat satu orang bisa mengelola banyak akun sekaligus. Hal ini dimungkinkan dengan perangkat yang tidak terlalu mahal dan mudah diakses.

Menurutnya, kondisi ini bisa menciptakan ilusi seolah suatu opini datang dari banyak orang, padahal berasal dari sumber yang terbatas.

Ia juga mengingatkan adanya efek penggandaan isu atau echo chamber yang membuat sebuah informasi terlihat besar dan viral, meski awalnya hanya berasal dari kelompok kecil.

"Jadi, yang agak repot mungkin 100 orang, 200 orang, mungkin 1000 orang, mungkin 5000 orang bisa bikin heboh. Nah ini namanya echo chamber. Ada ini dalam pembelajaran intelijen, ini ada, bagaimana merusak sebuah negara lain," kata Prabowo.

Ia menilai pola seperti ini merupakan bentuk ancaman baru yang berbeda dari cara-cara konvensional dalam melemahkan sebuah negara di masa lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengumpulkan para menteri, wakil menteri, hingga pejabat eselon I di lingkungan Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta untuk menyampaikan arahan langsung.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo mengatakan Presiden ingin memastikan seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan kebijakan negara.

"Bapak Presiden merasa penting untuk menyampaikan juga secara langsung kepada seluruh eselon I, karena kita semua ini kesatuan. Di sebuah kementerian ada menteri, didukung oleh para eselon I, dan jajaran di bawahnya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden juga menekankan pentingnya penyampaian kebijakan strategis serta perkembangan situasi terkini agar seluruh jajaran pemerintah bergerak dengan arah yang sama.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka