PBB Soroti Ancaman Serangan Israel bagi Perdamaian di Timur Tengah

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa António Guterres mengecam keras rangkaian serangan yang dilancarkan Israel di wilayah Lebanon.

Ia menilai situasi tersebut semakin memperburuk kondisi kemanusiaan dan bisa mengganggu upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya pada Rabu 8 April, Guterres menyebut serangan yang terjadi telah menimbulkan banyak korban dari kalangan warga sipil termasuk anak anak serta merusak sejumlah infrastruktur penting di Lebanon. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas terus bertambahnya korban jiwa.

PBB turut menyampaikan duka cita kepada pemerintah dan masyarakat Lebanon serta berharap para korban luka bisa segera mendapatkan pemulihan.

“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata tersebut dan upaya menuju perdamaian yang langgeng serta menyeluruh di kawasan,”demikian pernyataan tersebut.

“Sekretaris Jenderal kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” tulis pernyataan tersebut.

Guterres juga menekankan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional termasuk aturan kemanusiaan dalam konflik bersenjata. Ia menegaskan bahwa warga sipil dan fasilitas umum harus selalu dilindungi dan serangan terhadap mereka tidak dapat dibenarkan.

Lebih jauh ia menilai tidak ada jalan militer untuk menyelesaikan konflik yang sedang terjadi. Karena itu, ia mendorong semua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi dan menjalankan sepenuhnya Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Sementara itu, Iran dan Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang bertujuan membuka peluang menuju perjanjian damai yang lebih permanen di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Sumber: Anadolu_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka