PM Spanyol Turut Mendesak Agar Lebanon Juga Masuk dalam Gencatan Senjata

waktu baca 2 menit

Madrid (KABARIN) - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez ikut angkat suara soal situasi panas di Timur Tengah. Pada Rabu (8/4), ia secara tegas mengecam serangan terbaru Israel ke Lebanon dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Lewat unggahan di platform X, Sanchez menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melancarkan "serangan paling brutal terhadap Lebanon sejak awal ofensif," dan menyebut aksi tersebut sebagai bentuk "pengabaian terhadap nyawa manusia dan hukum internasional yang tidak dapat ditoleransi."

Nggak cuma mengecam, Sanchez juga mendorong langkah konkret. Ia meminta agar Lebanon dimasukkan ke dalam skema gencatan senjata yang saat ini sedang berlaku, demi mencegah konflik makin meluas.

Ia juga mendesak komunitas internasional untuk bersikap tegas terhadap situasi ini. Menurutnya, pelanggaran seperti ini nggak bisa dibiarkan begitu saja.

"Tidak boleh ada impunitas atas tindakan kriminal ini," kata Sanchez, sambil mendorong Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan perjanjian asosiasinya dengan Israel.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares juga menyuarakan hal serupa. Ia menilai operasi militer Israel di Lebanon, yang tetap berlangsung di tengah konteks gencatan senjata, sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima."

"Semua front harus menghentikan tembakan, dan itu termasuk Lebanon," kata Albares, menekankan pentingnya meredam eskalasi konflik di kawasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Spanyol memang terlihat makin vokal soal isu Timur Tengah. Negara ini berulang kali mendorong deeskalasi konflik serta menekankan pentingnya semua pihak mematuhi hukum internasional.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka