negara-negara yang bergabung secara resmi pun semakin mempertanyakan tujuan dan sasaran sebenarnya
Moskow (KABARIN) - Pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, Kirill Logvinov, menyebut semakin banyak pihak mempertanyakan tujuan dan arah Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Dengan latar belakang ini (situasi yang memburuk di Timur Tengah), bahkan negara-negara yang bergabung secara resmi pun semakin mempertanyakan tujuan dan sasaran sebenarnya dari Dewan Perdamaian serta modalitas praktisnya. Menariknya, banyak delegasi telah memilih status sebagai pengamat," kata Logvinov.
Ia menilai keraguan tersebut muncul di tengah situasi yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, Israel masih melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza sekaligus membatasi distribusi bantuan kemanusiaan.
Di wilayah Tepi Barat, pembangunan permukiman Israel disebut berlangsung semakin masif, disertai meningkatnya kekerasan oleh para pemukim.
Logvinov juga menyoroti pembatasan akses ke situs suci di Yerusalem, meski bertepatan dengan momen keagamaan penting seperti akhir Ramadan dan Paskah.
Selain itu, ia mengingatkan potensi meluasnya konflik ke negara lain. Mengutip peringatan Sekretaris Jenderal PBB, Lebanon dinilai berisiko mengalami situasi serupa dengan Gaza. Ketegangan juga dilaporkan meningkat di Suriah bagian selatan, termasuk di wilayah Suwayda dan Dataran Tinggi Golan.
Sumber: SPU