Angel Pieters: Hari Kartini Jadi Momen Perempuan untuk Perjuangkan Mimpi

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Penyanyi Angel Pieters memaknai peringatan Hari Kartini sebagai momentum penting bagi perempuan untuk berani menunjukkan eksistensi dan memperjuangkan mimpi pribadi.

"Saya juga mau dia (anak) melihat saya berjuang untuk diri saya sendiri," ujar Angel di Jakarta, Selasa.

Bagi Angel, Hari Kartini merupakan simbol keberanian bagi setiap wanita untuk mengejar cita-cita tanpa rasa ragu.

Ia mengaku banyak belajar dari wanita-wanita hebat di sekelilingnya, terutama ibu kandungnya yang menjadi idola sepanjang masa.

Sosok ibu dianggapnya sebagai contoh sempurna perempuan yang mampu menyeimbangkan peran sebagai istri, orang tua, sekaligus individu yang kuat.

Melalui momentum peringatan pahlawan nasional ini, ia ingin membuktikan bahwa menjadi seorang ibu bukan berarti harus menghentikan langkah untuk terus berkarya.

Angel meyakini bahwa perjuangan perempuan di era modern adalah tentang keberanian untuk memiliki pilihan hidup dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

Prinsip kemandirian itu ia wujudkan dengan mendirikan label rekaman sendiri bernama Nocturn Records sebagai wadah kreativitasnya.

Langkah berani tersebut ia tandai dengan peluncuran lagu terbaru berjudul "Garis Tangan". Lagu itu akan dirilis di berbagai platform digital mulai 17 April, menjelang peringatan Hari Kartini.

Lagu itu tercipta lewat kolaborasi produser musik Martinus Layardo dengan Mo Kamga sebagai penulis lirik.

Proses produksi lagu pop balada ini juga melibatkan musisi Ambram Lembono serta Kitut Sinjingo.

Angel mengungkapkan bahwa lagu itu mengandung pesan mendalam tentang refleksi dan penerimaan terhadap takdir kehidupan.

"Bagi saya, lagu ini maknanya jauh lebih luas. Ini bukan cuma soal takdir dua orang, tapi lebih ke arah kesadaran diri (self-awareness)," tutur Angel mengenai makna lagu yang ia bawakan.

Martinus mengemas aransemen musik lagu ini dengan suasana santai, minim instrumen dawai (string) untuk menyesuaikan selera generasi Z.

Selain aspek musik, Angel juga menaruh perhatian besar pada aspek visual yang digarap oleh Henricus dari Artnivora.

Henricus membuat karya seni (artwork) secara manual (hand-drawn) yang terinspirasi dari momen Angel di sebuah kuil (temple) melihat keindahan sebuah ukiran batu.

Angel berharap lagu itu dapat menyentuh hati para pendengar, terutama bagi para pejuang yang sedang menghadapi tantangan hidup masing-masing.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka