Istanbul (KABARIN) - Sebuah kapal tanker minyak raksasa milik Iran dilaporkan telah memasuki perairan dalam negeri setelah melintasi Selat Hormuz, di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat terkait ancaman blokade jalur pelayaran.
Kantor berita Fars News Agency pada Rabu melaporkan supertanker tersebut membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah dan melintas di perairan internasional serta Selat Hormuz dengan sistem pelacakan tetap aktif tanpa upaya penyamaran.
Hingga laporan ini muncul, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait pergerakan kapal tersebut.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat United States Central Command atau CENTCOM menyatakan telah menghentikan seluruh aktivitas perdagangan maritim menuju dan dari Iran sebagai bagian dari langkah blokade.
CENTCOM juga menyebut kebijakan tersebut berlaku bagi kapal dari negara mana pun yang melintas di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Namun, pihak militer AS menegaskan bahwa mereka tidak akan menghalangi kebebasan navigasi bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran.
Langkah blokade ini disebut dilakukan setelah kegagalan negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya digelar di Pakistan dan tidak menghasilkan kesepakatan untuk meredakan konflik.
Sumber: ANAD