Lebanon Dorong Gencatan Senjata Permanen dengan Israel

waktu baca 1 menit

Beirut (KABARIN) - Lebanon berupaya mencapai gencatan senjata permanen dengan Israel melalui jalur negosiasi untuk memulihkan stabilitas di kawasan, kata Menteri Luar Negeri Youssef Raggi pada Jumat (17/4).

Raggi menyampaikan bahwa gencatan senjata jangka panjang juga bertujuan memastikan penarikan pasukan Israel, memperkuat otoritas negara Lebanon di seluruh wilayah, serta menegaskan kendali eksklusif atas senjata oleh negara.

Ia menegaskan hal tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel di Beirut.

Raggi juga menekankan pentingnya dukungan internasional berkelanjutan, terutama dari negara-negara Eropa, untuk memperkuat kapasitas militer Lebanon dalam menjaga keamanan dan stabilitas.

Sementara itu, Rangel menyatakan dukungan penuh Portugal terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon serta menyambut upaya gencatan senjata dan jalur negosiasi yang ditempuh Beirut.

“Proses tersebut merupakan kesempatan untuk mencapai solusi komprehensif dan berkelanjutan guna meningkatkan stabilitas dan mengakhiri konflik,” ujar Rangel.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel.

Data pemerintah Lebanon mencatat lebih dari 2.196 orang tewas dan 7.185 lainnya terluka selama konflik, dengan lebih dari satu juta warga mengungsi.

Konflik antara Israel dan Lebanon diketahui meningkat sejak Oktober 2023, disertai serangan berulang dan eskalasi militer yang masih berlangsung hingga saat ini.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka