IMF memuji Indonesia sebagai salah satu bright spot dalam perekonomian global karena fundamental ekonominya yang kuat
Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia sebagai salah satu bright spot atau titik terang dalam perekonomian global berkat fundamental ekonomi yang dinilai kuat.
“IMF memuji Indonesia sebagai salah satu bright spot dalam perekonomian global karena fundamental ekonominya yang kuat,” kata Purbaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai bertemu Managing Director IMF Kristalina Georgieva. Dalam pertemuan itu, ia menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih solid dengan bantalan anggaran yang memadai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
IMF juga disebut mengapresiasi berbagai kebijakan yang dinilai kredibel dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga, Purbaya memaparkan berbagai agenda reformasi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional. Upaya tersebut mencakup hilirisasi industri, pengembangan ekonomi digital, serta perbaikan iklim investasi.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam jangka menengah serta visi menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045. Strategi lain yang disampaikan meliputi penguatan UMKM, pengurangan sektor informal, serta pengembangan sektor jasa bernilai tambah tinggi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih inklusif.
Selain itu, Menkeu juga menyoroti rencana penguatan pembiayaan UMKM melalui restrukturisasi lembaga kredit serta percepatan transisi energi, khususnya pengembangan energi baru terbarukan seperti panas bumi (geothermal).
Bank Dunia menyatakan siap mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui Country Partnership Framework (CPF) dan meminta pemerintah untuk segera menetapkan prioritas utama pembangunan ke depan.
Purbaya juga diketahui melakukan sejumlah pertemuan bilateral dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi IMF-World Bank, termasuk dengan pejabat keuangan dari berbagai negara dan lembaga internasional.
Sumber: ANTARA