Istanbul (KABARIN) - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima syarat apa pun yang dinilai melampaui aturan hukum internasional dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB pada Senin 20 April, ia menekankan bahwa Iran tidak boleh dipaksa oleh batas waktu atau tekanan tertentu dalam perundingan yang sedang berlangsung.
“Iran tidak seharusnya tertekan oleh tenggat waktu,” kata Khatibzadeh dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB, Senin (20/4).
Khatibzadeh menjelaskan bahwa sejumlah pejabat tinggi Iran seperti Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah menyampaikan usulan yang menurutnya bersifat realistis dan tetap sesuai dengan hak hukum Iran.
Ia juga menyoroti bahwa berbagai pernyataan dari pejabat Amerika Serikat sering kali ditujukan untuk konsumsi publik dalam negeri dan pengaruh pasar, bukan mencerminkan arah kebijakan yang stabil.
Lebih lanjut, Khatibzadeh menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan kebijakan luar negerinya dipengaruhi oleh retorika dari pihak mana pun, baik yang bernada dukungan maupun tekanan.
Menurutnya, jalur diplomasi tetap menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan ketegangan yang ada. Ia juga meminta Amerika Serikat meninggalkan pendekatan yang dinilai terlalu menekan dan mulai membuka ruang dialog yang setara serta saling menghormati.
Sumber: ANAD