Presiden Kazakhstan: Aksi Iklim Harus Adil, Jangan Bebani Negara Berkembang

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengingatkan komunitas internasional untuk memastikan respons iklim yang adil dan seimbang serta tidak secara timpang membebani negara berkembang.

Saat menyampaikan sambutan di pembukaan KTT Ekologi Regional (RES) Asia Tengah di Astana, Kazakhstan, Rabu waktu setempat, Tokayev menekankan kerja sama iklim harus adil dan praktis serta dengan tanggung jawab proporsional antarnegara.

“Kerja sama lingkungan harus menjadi jalan pemersatu yang dapat diandalkan dan tidak boleh memecah belah kita. Hal tersebut harus berdasarkan pada kemitraan, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama,” kata Presiden Tokayev, menurut keterangan tertulis Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Kamis.

Ia menyoroti berbagai masalah iklim dan risiko lingkungan tengah dihadapi dunia saat ini, antara lain kelangkaan air, mencairnya gletser dan es, lahan berubah menjadi gurun, dan runtuhnya keragaman hayati.

Karena itulah, perlindungan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama dan prioritas strategis bagi mewujudkan kestabilan global, dan upaya tersebut tak boleh berhenti meski dengan terjadinya konflik geopolitik di berbagai kawasan.

Tokayev juga menegaskan bahwa kerja sama lingkungan tak boleh dipolitisasi.

“Alam dapat hidup tanpa geopolitik, tetapi geopolitik tak akan ada tanpa alam,” ucap dia, menambahkan.

Presiden Kazakhstan menekankan bahwa transisi global menuju model energi yang lebih bersih harus dilakukan secara adil, seimbang, dan bersifat mendorong.

Ia pun menyerukan aksi bersama di tingkat kawasan Asia Tengah serta mengharapkan KTT Ekologi Regional yang berlangsung di Astana kali ini dapat menghasilkan keluaran konkret.

“Melindungi planet kita tak hanya merupakan tugas lingkungan, tetapi adalah tugas moral yang tinggi. Di samping mendesak secara ekonomi, ha tersebut juga merupakan prioritas strategis bagi perdamaian dan stabilitas,” demikian Presiden Tokayev.

KTT Ekologi Regional 2026 berlangsung di Astana, Kazakhstan, pada 22—24 April 2026, dengan pembukaan acara dilakukan langsung oleh Presiden Tokayev, menurut Kedubes Kazakhstan di Jakarta.

Agenda tersebut menghadirkan mata acara yang komprehensif dan dirancang dalam delapan prioritas dalam hal transisi iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan inovasi lingkungan.

KTT tersebut diharapkan dapat menghasilkan deklarasi bersama “Solidaritas Ekologi Asia Tengah” dan rencana aksi bersama regional tahun 2026-2030, serta menjadikan Asia Tengah sebagai contoh bagi dunia dalam hal transisi hijau dan respons iklim yang berkelanjutan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka