DPR Minta Fatayat NU Perkuat Pola Asuh Anak Hadapi Tantangan Digital

waktu baca 2 menit

...Jangan sampai kita aktif di organisasi tetapi anak-anak kita tidak terarah karena kurang pendampingan dalam penggunaan teknologi

Purwokerto (KABARIN) - Anggota DPR RI Siti Mukaromah meminta Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat pola asuh anak sebagai respons terhadap perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan saat membuka Fatayat Fest dalam rangka Hari Lahir ke-76 Fatayat NU yang digelar Fatayat NU Kabupaten Banyumas di kompleks Menara Teratai, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat. Erma menegaskan bahwa peran ibu sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

"Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, sehingga pola asuh di keluarga sangat menentukan pendidikan anak," kata anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VIII (Banyumas-Cilacap) itu.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi membuat anak-anak kini lebih mudah mengakses berbagai informasi sejak usia dini. Kondisi ini menurutnya menjadi tantangan besar bagi orang tua, terutama ibu, untuk melakukan pengawasan dan pendampingan.

"Anak usia 2-3 tahun sekarang sudah bisa melihat berbagai tontonan melalui handphone. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi para ibu untuk memastikan apa yang diakses anak tetap terkontrol," ujarnya.

Erma menilai perempuan saat ini memiliki peran yang semakin luas, tidak hanya di ruang publik tetapi juga dalam mendidik dan mengasuh anak di rumah. Karena itu, ia mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak mengabaikan tanggung jawab utama dalam keluarga.

"Jangan sampai kita aktif di organisasi, tetapi anak-anak kita tidak terarah karena kurang pendampingan dalam penggunaan teknologi," katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak di tengah derasnya arus informasi digital yang tidak terbatas. Tanpa pengawasan, paparan konten digital dapat memengaruhi karakter dan perilaku anak.

Menurutnya, Fatayat NU memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada anggotanya terkait pola asuh yang sesuai perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan nilai keluarga, moral, dan agama.

"Fatayat harus mampu melahirkan perempuan yang tidak hanya aktif di masyarakat, tetapi juga kuat dalam membangun keluarga dan mendidik anak-anaknya," ujarnya.

Ia berharap kader Fatayat NU dapat menjadi teladan dalam kehidupan keluarga serta memperkuat peran sebagai pendidik utama anak di rumah. Dengan pola asuh yang baik, ia meyakini kualitas generasi mendatang akan semakin meningkat.

"Kalau pola asuhnya kuat, maka generasi ke depan juga akan lebih baik," kata Erma.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka