Oto

Opel Tancap Gas di Era EV, Siapkan 4 Model Baru hingga 2030

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Opel dikabarkan sedang mempersiapkan empat model baru termasuk dua model yang berbasis pada platform STLA One, guna memperkuat pengembangan kendaraan masa depan dan mempercepat transformasi elektrifikasi.

CarsCoops pada Senin (8/6) waktu setempat, melaporkan bahwa ambisi besar Opel pada industri kendaraan masa depan ini, membuat perusahaan otomotif itu menaruh investasi yang cukup besar hingga 1 miliar euro atau setara dengan Rp21 miliar hingga 2030.

Pengumuman ini menyusul pemaparan strategi Stellantis dalam Investor Day yang mengungkapkan bahwa Opel akan menjadi salah satu merek yang memanfaatkan platform generasi baru STLA One.

Platform tersebut dirancang untuk menjadi tulang punggung kendaraan segmen B, C, hingga D di berbagai merek Stellantis.

Dua model yang dipastikan akan menggunakan platform baru itu adalah generasi terbaru Opel Astra dan Opel Corsa.

Keduanya dijadwalkan meluncur sebelum akhir dekade ini dan akan diproduksi di fasilitas Opel di Russelsheim, Jerman.

Meski detail produk masih dirahasiakan, Stellantis sebelumnya menjelaskan bahwa platform STLA One akan mulai diperkenalkan pada 2027.

Arsitektur modular ini dirancang untuk mendukung berbagai jenis sistem penggerak, mulai dari kendaraan listrik murni hingga teknologi elektrifikasi lainnya.

Salah satu keunggulan utama STLA One adalah kemampuannya memangkas biaya produksi hingga 20 persen melalui penyederhanaan komponen dan peningkatan efisiensi pengembangan kendaraan.

Platform ini juga mendukung teknologi kelistrikan 800 volt yang memungkinkan proses pengisian daya lebih cepat dibandingkan sistem 400 volt yang masih banyak digunakan saat ini.

Selain itu, STLA One dirancang kompatibel dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) yang dikenal lebih terjangkau dan memiliki umur pakai panjang. Stellantis menargetkan platform ini akan digunakan oleh lebih dari 30 model kendaraan secara global.

Tak hanya fokus pada Astra dan Corsa, Opel juga mengonfirmasi kehadiran sebuah SUV segmen C baru yang akan diproduksi di Zaragoza, Spanyol, mulai 2028. Menariknya, model ini akan dikembangkan bersama pabrikan asal China, Leapmotor.

SUV tersebut akan memanfaatkan platform dan teknologi baterai milik Leapmotor, namun tetap mengusung karakter desain serta penyetelan sasis khas Opel.

Banyak pihak memperkirakan model ini akan berbagi basis dengan Leapmotor B10 yang telah lebih dulu diperkenalkan di pasar global.

Sebagai gambaran, Leapmotor B10 tersedia dengan pilihan baterai 56,2 kWh dan 67,1 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 434 kilometer.

Kendaraan tersebut menggunakan motor listrik bertenaga 215 hp dan torsi instan khas kendaraan listrik.

Leapmotor juga menawarkan varian range extender yang mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter, baterai 18,8 kWh, dan motor listrik.

Konfigurasi ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 900 kilometer berdasarkan siklus pengujian WLTP.

Langkah Opel memperluas portofolio kendaraan listrik menunjukkan semakin ketatnya persaingan di pasar otomotif Eropa, di mana produsen dituntut menghadirkan kendaraan berteknologi tinggi dengan harga yang semakin kompetitif di tengah percepatan transisi menuju era elektrifikasi.

Baca juga: Peugeot 208 GTi Akan Resmi Dijual Mulai 12 Juni

Baca juga: Wuling Siapkan Kenaikan Harga Eksion Setelah Kuota 2.000 Unit Terpenuhi

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka