Oto

Masuknya BYD ke F1 Jadi Sorotan Usai GP Monako

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Peluang produsen otomotif asal China, BYD, untuk terlibat di ajang Formula 1 (F1) kembali menjadi perbincangan hangat setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi balap dunia saat Grand Prix Monako.

Pertemuan tersebut melibatkan CEO F1 Group Stefano Domenicali dan Presiden FIA Mohamed Ben-Sulayem. Stella Li diketahui bertemu dengan Domenicali pada 5 Juni, kemudian melanjutkan pertemuan dengan Ben-Sulayem sehari setelahnya.

Menurut laporan Carnewschina pada Selasa (9/6) waktu setempat, Presiden FIA bahkan membagikan foto pertemuan tersebut melalui akun media sosial pribadinya. Momen itu semakin memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan BYD di dunia Formula 1 dalam waktu dekat.

Menariknya, ini bukan kali pertama Stella Li bertemu dengan dua tokoh penting motorsport tersebut. Dalam wawancara dengan PlanetF1, Stella Li sebelumnya mengungkapkan bahwa BYD sangat serius mengeksplorasi masa depan teknologi dan berbagai peluang yang dapat mendukung perkembangan perusahaan.

Hubungan BYD dengan dunia balap internasional sebenarnya sudah mulai terlihat sejak akhir 2025. Pada Desember tahun lalu, Stella Li bertemu dengan Mohamed Ben-Sulayem dalam ajang Grand Prix Abu Dhabi.

Kemudian pada Maret 2026, muncul laporan yang menyebut BYD sedang mengevaluasi peluang untuk masuk ke Formula 1 maupun World Endurance Championship (WEC). Kabar itu langsung menarik perhatian banyak pihak, mengingat BYD selama ini dikenal sebagai salah satu raksasa kendaraan listrik terbesar di dunia.

Spekulasi semakin menguat pada April lalu ketika BYD mengonfirmasi bahwa mereka memang sedang mempertimbangkan kemungkinan berperan di Formula 1. Konfirmasi tersebut muncul setelah Stella Li mengaku telah mengadakan pertemuan dengan Stefano Domenicali di Shanghai.

Selain isu masuk sebagai peserta atau mitra di Formula 1, BYD juga sempat dikaitkan dengan rumor akuisisi sebagian saham tim Alpine F1. Perusahaan asal China itu disebut-sebut menjadi salah satu pihak yang tertarik membeli sebagian dari 24 persen saham tim tersebut bersama Mercedes-Benz.

Tak hanya itu, nama BYD juga dikaitkan dengan Christian Horner, mantan petinggi Red Bull Racing yang dikabarkan tengah berupaya kembali ke posisi kepala tim di Formula 1. Stella Li diketahui sempat bertemu dengan Horner dalam Festival Film Cannes, yang semakin memanaskan berbagai spekulasi terkait masa depan BYD di dunia balap.

Meski pembicaraan mengenai keterlibatan BYD di F1 terus berkembang sepanjang 2026, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai bentuk peran yang akan diambil perusahaan tersebut.

Di sisi lain, ada tantangan yang membuat langkah BYD menuju Formula 1 tidak sepenuhnya sederhana. Arah pengembangan teknologi F1 beberapa tahun ke depan dinilai tidak sepenuhnya sejalan dengan fokus bisnis BYD.

Formula 1 saat ini menggunakan teknologi hybrid dengan kontribusi motor listrik yang cukup besar. Namun, mulai 2031, regulasi baru disebut akan mengarah pada penggunaan mesin V8 berbahan bakar bensin dengan komponen listrik yang jauh lebih kecil.

Sementara itu, BYD selama ini dikenal sebagai produsen yang fokus pada kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), mulai dari mobil listrik murni hingga kendaraan hybrid.

Karena itu, meski peluang masuk ke Formula 1 semakin sering dibicarakan, publik masih harus menunggu keputusan resmi dari BYD terkait langkah mereka di ajang balap paling bergengsi di dunia tersebut.

Sumber: Car News China

Bagikan

Mungkin Kamu Suka