Jakarta (KABARIN) - Buat kamu yang rutin olahraga atau lagi diet, pasti sering dengar istilah “pembakaran lemak”. Tapi pernah kepikiran nggak, sebenarnya ke mana lemak itu pergi setelah “dibakar”? Apakah benar langsung hilang begitu saja?
Faktanya, lemak nggak benar-benar lenyap tanpa jejak. Tubuh punya cara sendiri untuk “mengeluarkannya”, dan salah satunya memang lewat urine, meski bukan itu jalur utama.
Lemak sebenarnya adalah cadangan energi yang penting untuk tubuh. Selain jadi sumber tenaga, lemak juga berperan membantu penyerapan vitamin. Tapi, kalau jumlahnya berlebihan, justru bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti jantung dan obesitas. Itulah kenapa banyak orang berusaha mengurangi lemak lewat diet dan olahraga.
Nah, yang sering disalahpahami adalah anggapan bahwa lemak berubah langsung jadi energi atau bahkan jadi otot. Padahal, secara ilmiah, itu nggak sepenuhnya tepat. Berdasarkan proses metabolisme di tubuh, lemak akan dipecah menjadi beberapa komponen, yaitu energi (ATP), air (H2O), dan karbon dioksida (CO2).
Lalu ke mana hasil “pemecahan” itu pergi? Sebagian besar justru keluar dari tubuh lewat napas. Ya, kamu nggak salah baca, lemak yang terbakar sebagian besar berubah jadi karbon dioksida yang kita hembuskan saat bernapas.
Sementara itu, sebagian kecil lainnya berubah menjadi air. Nah, air inilah yang kemudian keluar lewat keringat, air liur, bahkan urine. Jadi, secara teknis, memang benar kalau lemak bisa keluar lewat urine, tapi porsinya nggak sebanyak yang keluar lewat paru-paru.
Biar lebih kebayang, misalnya kamu berhasil menurunkan 10 kg lemak. Sekitar 8,4 kg akan keluar lewat paru-paru dalam bentuk karbon dioksida, sementara sisanya sekitar 1,6 kg berubah jadi air yang keluar lewat keringat dan urine.
Menariknya lagi, hampir semua makanan yang kita konsumsi juga mengalami proses serupa. Karbohidrat dan lemak pada akhirnya akan diubah menjadi karbon dioksida dan air. Protein juga begitu, meski sebagian kecilnya diubah jadi zat lain seperti urea yang dikeluarkan lewat urine.
Satu-satunya yang tidak sepenuhnya dicerna tubuh adalah serat makanan, yang akan langsung menuju usus besar dan dibuang.
Jadi, kalau kamu lagi rajin olahraga dan mulai sering berkeringat atau lebih sering buang air kecil, itu bisa jadi salah satu tanda tubuh sedang memproses lemak. Tapi ingat, proses ini nggak instan. Konsistensi tetap jadi kunci utama kalau kamu ingin melihat hasilnya.
Sumber: Clevland Clinic