Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya penyelarasan program antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya penanganan masalah kesehatan di Tanah Papua, terutama terkait AIDS, tuberkulosis, malaria, dan kusta.
"Kita tahu bahwa masalah kesehatan ini urusan pemerintah yang wajib dan terikat secara langsung dengan pelayanan dasar," kata Wiyagus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Kusta di Kabupaten Jayapura, Papua.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama, sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia yang menjadi bagian dari program Astacita.
Menurut Wiyagus, pemerintah pusat juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat Papua, termasuk dengan dukungan anggaran serta pembentukan tim khusus dari Kementerian Kesehatan untuk menangani penyakit ATM dan kusta.
"Ini tim besar diboyong semua ke sini untuk meyakinkan seluruh masyarakat Tanah Papua bahwa pemerintah pusat sangat serius untuk memperhatikan tentang kesehatan ini," jelasnya.
Ia juga memaparkan sejumlah peran penting pemerintah daerah dalam penanganan penyakit tersebut, mulai dari koordinasi program, penyediaan pendanaan, hingga upaya deteksi dini kasus, pengobatan, pencegahan, serta penanganan dampak sosial dan ekonomi bagi pasien.
Lebih lanjut, Wiyagus menegaskan bahwa Papua memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional sehingga berbagai tantangan kesehatan yang ada perlu segera ditangani secara serius.
Ia juga mendorong keterlibatan berbagai pihak melalui pendekatan kolaboratif, termasuk pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta organisasi nonpemerintah.
"Semua pihak harus terlibat (dengan pendekatan) pentaheliks, pemerintah pusat, pemerintah daerah. Kemudian juga akademisi, kemudian juga seluruh NGO juga harus terlibat di dalamnya," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memahami penanganan penyakit seperti AIDS, tuberkulosis, malaria, dan kusta secara tepat, termasuk dengan melibatkan tokoh adat agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.
"Yang penting penanganannya sejak awal, ditangani secara spesifik, edukatif, biar kemudian masyarakat mudah mencerna," tuturnya.
Sumber: ANTARA