Thailand Menanti Kerja Sama dengan Indonesia di Sektor Wisata "Wellness"

waktu baca 2 menit

Bidang ini menjadi salah satu area potensial untuk dikerjakan bersama

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Thailand membuka peluang kolaborasi dengan Indonesia untuk mengembangkan sektor pariwisata kebugaran atau wellness. Hal ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Thailand untuk RI, Prapan Disyatat, dalam sesi wawancara di Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana, Prapan mengaku kedua pihak sudah sempat membahas peluang kerja sama. Namun, diskusi tersebut masih berada di tahap awal dan belum mengarah ke kesepakatan konkret.

"Kami sempat membahas peluang kolaborasi. Namun, pembicaraannya masih bersifat umum, belum sampai ke kerja sama yang spesifik. Bidang ini menjadi salah satu area potensial untuk dikerjakan bersama. Mungkin kita perlu melihat lebih detail, terutama bagaimana kita dapat melakukannya," Dubes Prapan.

Menurut dia, Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu pemain utama di industri wellness global. Di sisi lain, Indonesia—khususnya Bali—juga punya reputasi kuat di sektor yang sama.

Meski sama-sama unggul, Prapan menilai kedua negara tidak perlu bersaing secara langsung. Justru, ada peluang besar untuk saling melengkapi dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan.

"Baik Thailand maupun Indonesia sama-sama memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama dalam hal tanaman herbal dan rempah-rempah, yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan wellness. Ini menjadi salah satu bidang potensial untuk kita kembangkan bersama," ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Mulai dari konektivitas penerbangan antara Indonesia dan Thailand, hingga kemudahan regulasi seperti visa.

"Tentu, semuanya kembali kepada pemerintah, apakah mereka bisa memfasilitasi berbagai regulasi tersebut atau tidak. Namun, jika hal itu sudah tersedia, maka peluangnya akan terbuka. Saya rasa industri pariwisata akan tetap menemukan cara untuk bersaing, sekaligus juga berkolaborasi pada saat yang sama," jelasnya.

Lebih lanjut, Prapan menjelaskan bahwa industri wellness di Thailand kini sudah berkembang jauh lebih luas. Tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup perawatan kecantikan, operasi kosmetik, hingga program anti-penuaan atau longevity.

Thailand sendiri ingin terus memperkuat posisinya sebagai destinasi utama wisata kebugaran dengan layanan berkualitas tinggi dan terpercaya. Meski begitu, mereka tetap membuka pintu untuk kerja sama global, termasuk dengan Indonesia.

"Dan tentu saja, kami terbuka untuk kerja sama dengan negara lain. Saya pikir jika Thailand mendapatkan manfaat, maka pada akhirnya seluruh kawasan juga akan ikut merasakan manfaatnya," ujar Dubes Prapan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka