Jakarta (KABARIN) - Di tengah harga BBM diesel yang makin mahal, Ford lewat naungan RMA Indonesia tetap percaya diri menjual lini kendaraan bermesin diesel mereka di Tanah Air.
Dua model yang masih jadi andalan adalah Ford Ranger dan Ford Everest. Meski harga solar di SPBU Pertamina sudah tembus Rp20 ribu per liter, bahkan di SPBU swasta bisa lebih dari Rp30 ribu, minat pasar disebut belum goyah.
“Untuk saat ini, memang kita fokus di Ford Everest sama Ford Ranger. Dan juga kita ada produk lain Mustang yang memang sudah kita mulai pasarkan di Indonesia,” kata Country Manager RMA Group Indonesia, Toto Suharto di Jakarta, Selasa.
Menurut Toto, kenaikan harga BBM diesel tidak langsung membuat konsumen berpaling. Pasalnya, kendaraan seperti Ranger masih sangat dibutuhkan, terutama di sektor industri seperti pertambangan, perkebunan, hingga operasional lapangan yang membutuhkan kendaraan tangguh.
Selain itu, kepercayaan konsumen terhadap mesin diesel juga masih tinggi. Faktor ketangguhan dan efisiensi bahan bakar jadi alasan utama kenapa kendaraan jenis ini tetap diminati.
Meski begitu, Ford tidak menutup mata terhadap tren global yang mulai bergeser ke elektrifikasi. Mereka mengaku terus memantau perkembangan pasar, termasuk kesiapan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
“Kita terus mempelajari perkembangan di pasar tentunya. Dan kita melihat di Indonesia tentu dengan perkembangan infrastruktur jaringan untuk kendaraan listrik,” ujar dia.
Untuk spesifikasi, Ranger dan Everest di Indonesia sama-sama dibekali mesin diesel 2.0L EcoBlue (Single/Bi-Turbo). Tenaganya berkisar antara 170 hingga 210 PS, dengan torsi 405-500 Nm.
Kedua model ini juga tersedia dengan pilihan transmisi otomatis 10-percepatan atau manual 6-percepatan, serta sistem penggerak 4x4. Ranger sendiri hadir dalam beberapa varian seperti XL, XLT, Wildtrak, hingga Raptor.
Sementara Everest menawarkan performa serupa dengan mesin diesel 2.0L yang juga tersedia dalam opsi Single maupun Bi-Turbo.
Dengan kombinasi tenaga besar dan ketangguhan di berbagai medan, tak heran kalau Ford masih percaya diri mempertahankan lini diesel mereka, meski harga bahan bakarnya terus naik.
Sumber: ANTARA