Jakarta (KABARIN) - BYD kembali bikin gebrakan di dunia otomotif dengan memperkenalkan arsitektur powertrain terintegrasi terbaru untuk kendaraan plug-in hybrid. Inovasi ini bukan sekadar upgrade biasa, tapi benar-benar merombak desain knalpot dan tata letak sasis secara signifikan.
Dilaporkan Carnewschina pada Jumat waktu setempat, platform baru bernama “Heyuan” hadir dengan konsep yang cukup berbeda. Salah satu perubahan utamanya adalah memindahkan peredam knalpot dari bagian belakang kendaraan ke ruang mesin di depan, lalu mengintegrasikannya dengan komponen powertrain lainnya.
Langkah ini jelas beda dari desain konvensional, di mana sistem knalpot biasanya ditempatkan di bagian bawah belakang mobil.
Dengan perubahan ini, BYD bisa mengatur ulang struktur sasis. Bagian belakang kendaraan jadi lebih “lega” karena tidak lagi ditempati komponen knalpot. Hasilnya, baterai bisa diposisikan lebih ke tengah, yang berdampak pada distribusi bobot yang lebih seimbang.
Nggak cuma itu, efek lanjutannya juga terasa ke ruang kabin dan bagasi. Area belakang jadi lebih luas, baik untuk penumpang maupun kapasitas penyimpanan.
Platform “Heyuan” ini sudah mulai diproduksi massal dan diterapkan pada Denza D9. MPV ini bahkan bisa menggunakan baterai yang lebih besar dibandingkan kebanyakan plug-in hybrid di kelasnya.
Di Denza D9, perubahan tata letak ini menghadirkan tambahan ruang penyimpanan tersembunyi sebesar 126 liter di bagian belakang. Total kapasitas bagasinya pun tembus 882 liter.
Peningkatan ini terjadi karena integrasi muffler ke ruang mesin depan, yang membuat ruang bawah lantai dan kompartemen belakang bisa dimanfaatkan lebih maksimal.
Buat segmen MPV, di mana kenyamanan penumpang dan kapasitas bagasi jadi prioritas utama, desain ini jelas memberikan nilai tambah tanpa harus mengubah ukuran kendaraan secara keseluruhan.
Platform “Heyuan” sendiri merupakan bagian dari pengembangan lanjutan sistem hybrid DM milik BYD setelah versi DM 5.0. Meski belum ada konfirmasi resmi soal kehadiran “DM 6.0”, teknologi ini sudah membawa perubahan besar, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.
Beberapa pembaruan mencakup kontrol domain tenaga yang lebih terintegrasi, algoritma software yang diperbarui, hingga dukungan teknologi pengisian cepat atau flash charging.
Menariknya, sistem ini tidak hanya fokus pada efisiensi bahan bakar seperti sebelumnya, tapi juga mulai mengandalkan manajemen energi berbasis software yang lebih canggih.
Sebagai perbandingan, platform DM 5.0 sebelumnya lebih menitikberatkan pada efisiensi mesin, integrasi motor listrik, dan penghematan bahan bakar dalam satu sistem hybrid.
Sementara itu, platform “Heyuan” lebih fokus ke sisi arsitektur fisik kendaraan, terutama dalam hal penempatan komponen dan efisiensi ruang.
Dengan pendekatan ini, BYD terlihat ingin menghadirkan kendaraan hybrid yang bukan cuma efisien, tapi juga lebih fungsional dan nyaman untuk digunakan sehari-hari.
Sumber: Carnewschina