Jakarta (KABARIN) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf angkat bicara soal viralnya pembagian sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang ramai di media sosial. Ia menegaskan sepatu yang terlihat dalam foto tersebut bukan berasal dari pengadaan Kementerian Sosial.
Dalam penjelasannya di Kantor Bakom RI Jakarta, Rabu, Saifullah menyebut sepatu itu merupakan bantuan dari Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur untuk siswa di wilayah tersebut.
"Karena yang viral kemarin itu beritanya tentang pengadaan sepatu di Sekolah Rakyat, tetapi fotonya saya sedang bersama Bu Khofifah menyerahkan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat di Malang, Jawa Timur, di mana sepatu itu adalah pemberian Gubernur Jawa Timur untuk siswa Sekolah Rakyat Jawa Timur," kata Saifullah.
Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan dari Kemensos.
"Bukan sepatu dari Kementerian Sosial," imbuh Saifullah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pengadaan perlengkapan untuk Sekolah Rakyat dilakukan melalui sistem lelang terbuka. Prosesnya melibatkan pembahasan anggaran bersama DPR RI dan mempertimbangkan berbagai aspek seperti jumlah siswa, kebutuhan tiap sekolah, hingga kualitas produk yang harus memenuhi standar TKDN.
Pengawasan juga dilakukan secara berlapis, baik dari internal Inspektorat Jenderal maupun eksternal yang melibatkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
"Kira-kira prosesnya seperti itu dan dilakukan dengan berhati-hati sebenarnya melalui proses-prosesnya dan tahapan-tahapan sebagaimana yang sudah diatur dalam ketentuannya," jelasnya.
Sebelumnya, Saifullah juga menyebut setiap siswa Sekolah Rakyat akan mendapatkan empat jenis sepatu, mulai dari sepatu harian, olahraga, hingga sepatu untuk pakaian dinas.
Berdasarkan data, harga sepatu PDL ditetapkan dengan pagu Rp700 ribu dan terealisasi Rp640 ribu. Sementara sepatu harian untuk jenjang SMP dan SMA berada di angka Rp300 ribu dari pagu Rp500 ribu, serta Rp250 ribu untuk jenjang SD.
Sumber: ANTARA