Istana Ungkap Kisah Maung Garuda Dibawa ke Lokasi KTT ASEAN di Cebu

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Sekretariat Presiden mengungkap cerita di balik mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad yang dibawa hingga ke Cebu, Filipina, untuk mendukung mobilitas Presiden Prabowo Subianto selama agenda KTT Ke-48 ASEAN.

“Mobil kepresidenan karya anak bangsa produksi PT Pindad itu telah lebih dahulu tiba di Cebu pada 4 Mei 2026. Dari dalam lambung pesawat Airbus A400M TNI AU, Maung MV3 Garuda Limousine dibawa langsung dari Indonesia untuk mendampingi mobilitas Presiden Prabowo selama agenda kenegaraan berlangsung,” demikian keterangan resmi Sekretariat Presiden RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin dini hari.

Saat Presiden Prabowo tiba di Cebu pada 7 Mei, Maung Garuda telah siap digunakan untuk mendukung aktivitas kepala negara selama rangkaian KTT ASEAN dan pertemuan terkait lainnya.

Kehadiran kendaraan tersebut disebut menarik perhatian sejumlah delegasi negara anggota ASEAN. Sekretariat Presiden menegaskan pilihan menggunakan kendaraan produksi nasional menjadi representasi kemampuan industri strategis Indonesia di panggung internasional.

“Bukan kendaraan impor ataupun mobil kenegaraan asing, Presiden Prabowo memilih menggunakan kendaraan produksi nasional sebagai representasi kemampuan industri strategis Indonesia di panggung dunia,” demikian pernyataan Sekretariat Presiden.

Maung MV3 Garuda Limousine merupakan kendaraan taktis dengan desain eksklusif dan warna dominan putih. Kendaraan itu menjadi varian terbaru keluarga Maung yang dikembangkan PT Pindad dan dirancang khusus sebagai kendaraan resmi Presiden serta Wakil Presiden RI.

Mobil tersebut disebut telah memenuhi standar tinggi dari sisi keamanan, kenyamanan, hingga performa.

Sementara itu, Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet menilai keputusan membawa Maung Garuda ke Filipina merupakan simbol kemandirian industri nasional Indonesia.

“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” kata Teddy.

Sekretariat Presiden juga menyebut proses pengiriman Maung Garuda dari Jakarta hingga Cebu mencerminkan kesiapan Indonesia menampilkan produk strategis nasional di forum internasional.

“Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa karya industri pertahanan Indonesia mampu berdiri sejajar dan dipercaya mendukung agenda kenegaraan di forum tertinggi kawasan Asia Tenggara,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Setelah rangkaian KTT ASEAN selesai pada Jumat (8/5), Maung Garuda kembali diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat Airbus A400M milik TNI AU seusai Presiden melanjutkan perjalanan menuju Pulau Miangas, Sulawesi Utara.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka