Jakarta (KABARIN) - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, mengakui masih kesulitan menghadapi perubahan strategi permainan lawan-lawannya dari elite dunia setelah tersingkir dari BWF World Tour Super 500 Thailand Open 2026.
Ginting kalah dua gim langsung pada babak 32 besar dari unggulan pertama asal China Shi Yu Qi dengan skor 12-21, 17-21 di Stadion Nimibutr, Bangkok, Rabu.
"Ketika lawan mengubah strategi permainannya saya kurang cepat dan tepat saat mengantisipasi serta mengatasinya. Dari pertandingan hari ini dan juga sebelum-sebelumnya memang ada kesulitan tersendiri bila bertemu dengan pemain top 20 (20 besar dunia-red)," ujar Ginting seusai pertandingan, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Meski harus terhenti lebih awal, Ginting tetap bersyukur bisa kembali tampil di level internasional setelah absen panjang akibat cedera.
"Pertama-tama tetap mengucap syukur. Memang bukan lawan yang mudah juga hari ini, langsung ketemu Shi Yu Qi," ujar pemain asal Cimahi, Jawa Barat, tersebut.
Ginting mengatakan dirinya bersama tim pelatih sebenarnya telah menyiapkan strategi untuk menghadapi tunggal putra nomor satu dunia itu. Namun, rencana permainan belum berjalan maksimal terutama pada gim pertama.
“Di gim pertama saya kurang bisa mengeluarkan permainan dengan baik. Masuk gim kedua, saya terus mencoba dan, lumayan, bisa unggul beberapa poin,” katanya.
Pada gim kedua, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu sempat memimpin 11-7 saat interval. Namun selepas jeda, Shi mulai mengubah pola permainan dan perlahan mengambil alih kendali pertandingan.
Menurut Ginting, dirinya masih terlambat membaca perubahan permainan lawan sehingga momentum yang sudah didapat gagal dipertahankan.
Evaluasi tersebut menjadi catatan penting bagi Ginting yang sedang berupaya menemukan kembali performa terbaik setelah sebelumnya menepi lebih dari satu tahun dari turnamen internasional.
Dia mengakui tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya soal pemulihan kondisi fisik, tetapi juga kemampuan beradaptasi menghadapi tekanan dan perubahan tempo permainan dari pemain papan atas dunia.
"Masih ada yang harus ditingkatkan," kata Ginting.
Sumber: ANTARA