Istanbul (KABARIN) - Presiden China Xi Jinping memperingatkan Amerika Serikat bahwa hubungan kedua negara berpotensi memanas hingga menimbulkan konflik apabila persoalan Taiwan tidak dikelola dengan tepat.
Kantor berita Xinhua melaporkan, peringatan tersebut disampaikan Xi kepada Presiden AS Donald Trump saat jamuan di Balai Agung Rakyat, Beijing, Kamis (14/5).
"Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Jika tidak, kedua negara akan mengalami benturan bahkan konflik yang membahayakan seluruh hubungan," ujar Xi.
Xi menegaskan Taiwan merupakan isu paling sensitif dalam hubungan Beijing dan Washington. Ia juga menyebut perdamaian di Selat Taiwan tidak bisa berjalan berdampingan dengan upaya kemerdekaan Taiwan.
Menurut Xi, menjaga stabilitas di Selat Taiwan menjadi kepentingan bersama yang penting bagi kedua negara.
Selain membahas Taiwan, Xi dan Trump turut menyinggung isu Timur Tengah, perdagangan, serta tarif.
Sebelumnya, Trump mengatakan akan membicarakan dukungan AS terhadap pertahanan Taiwan dalam pertemuannya dengan Xi.
Sementara itu, The New York Times melaporkan sejumlah senator bipartisan mendesak Trump melanjutkan paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS untuk Taiwan yang masih tertunda di Departemen Luar Negeri AS.
Amerika Serikat selama ini menjadi pemasok utama persenjataan Taiwan dan tahun lalu menyetujui penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS, yang memicu protes keras dari Beijing.
China memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sedangkan Taiwan tetap menjalankan pemerintahan sendiri sejak 1949.
Sumber: ANAD