AS: Kenaikan Harga BBM Tidak Membuat Iran Lebih Mudah Capai Kesepakatan

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Iran tidak akan berhasil memanfaatkan isu harga bahan bakar di dalam negeri Amerika untuk menekan pemerintah AS dalam negosiasi diplomatik.

Dalam wawancara dengan NBC News, Rubio menyebut bahwa upaya Iran untuk memengaruhi politik domestik Amerika Serikat tidak akan mengubah posisi Washington dalam perundingan.

“Jika Iran berpikir mereka bisa memanfaatkan politik domestik kami untuk menekan Presiden agar menerima kesepakatan yang buruk, itu tidak akan terjadi,” kata Rubio, dikutip RIA Novosti pada Jumat.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah AS telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga harga bensin tetap stabil dan lebih rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain di dunia, serta optimistis harga akan terus turun.

Berdasarkan data American Automobile Association atau AAA, harga rata rata bensin di Amerika Serikat pada 14 Mei tercatat naik menjadi 4,53 dolar AS atau sekitar Rp79.600 per galon.

Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut setelah serangkaian insiden militer sejak akhir Februari. Pada periode tersebut, Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Situasi sempat memuncak hingga mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan rute penting ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global.

Gangguan tersebut turut memicu fluktuasi harga energi di berbagai negara, termasuk kenaikan harga bahan bakar di tingkat global.

Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan yang jelas hingga saat ini.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka