Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali bikin pernyataan yang menarik perhatian dunia internasional. Kali ini, Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Kuba bisa terjadi dalam waktu dekat.
"Dengan Kuba? Ya, saya pikir begitu. Kami akan menyelesaikannya. Itu tidak akan sulit bagi kami untuk menyelesaikannya," kata Trump kepada wartawan, Selasa, saat menanggapi kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Havana.
Trump juga menilai kondisi Kuba saat ini sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan bantuan dari luar.
"Lihatlah, Kuba adalah negara yang gagal. Kuba perlu bantuan," lanjutnya.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya tensi hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, platform berita Semafor melaporkan bahwa pemerintahan Trump disebut sedang mempertimbangkan opsi operasi militer terhadap Kuba. Namun, langkah tersebut dikabarkan hanya akan diambil jika seluruh jalur lain gagal dilakukan.
Situasi ini membuat hubungan kedua negara kembali jadi sorotan global, apalagi Kuba selama ini dikenal memiliki hubungan yang cukup panas dengan Amerika Serikat sejak era Perang Dingin.
Di sisi lain, Sergey Lavrov pekan lalu kembali menegaskan dukungan penuh Rusia kepada Kuba. Menlu Rusia itu menyebut rakyat Kuba saat ini dirugikan oleh berbagai pembatasan sepihak dan sanksi yang dinilai tidak sah.
Lavrov juga menyoroti semakin luasnya praktik tindakan paksaan sepihak terhadap sejumlah negara, termasuk Kuba.
Ketegangan makin terasa setelah Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada 3 Mei lalu menyatakan ancaman militer dari Amerika Serikat terhadap negaranya telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Diaz-Canel menegaskan Kuba tidak akan tinggal diam jika ada agresi militer terhadap negaranya. Ia mengatakan rakyat Kuba siap mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan mereka.
Meski begitu, pernyataan terbaru Trump soal kemungkinan kesepakatan diplomatik memberi sinyal bahwa hubungan Washington dan Havana masih punya peluang untuk mereda lewat jalur negosiasi.
Sumber: SPU