Karakter IP “Sekawan Limo” Tumbuh Dewasa di Sekuel Film

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Sutradara Bayu Skak mengungkapkan bahwa karakter-karakter dalam kekayaan intelektual (IP) “Sekawan Limo” akan mengalami perkembangan menuju fase kehidupan yang lebih dewasa dalam sekuel terbarunya yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei.

Tokoh-tokoh utama dalam “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” kini digambarkan menghadapi realitas kehidupan dewasa, mulai dari pernikahan, kehadiran anak, hingga meningkatnya tanggung jawab hidup.

“Sekawan Limo ini bukan tipikal IP yang ketika ada di sekuel itu akan berbeda karakter-karakternya, tapi ini tetap. Namun, kami masing-masing dewasa dengan kehidupan kami masing-masing. Ketika dewasa, pastinya mengalami tanggung jawab yang besar,” ujar Bayu Skak saat konferensi pers pemutaran pratayang “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.

Melalui perkembangan karakter tersebut, Bayu yang juga turut berperan dalam film ini mengajak penonton untuk merefleksikan makna perjalanan menuju kedewasaan.

Ia menyebut film tersebut juga menyoroti fenomena masyarakat modern yang kerap mencari jalan pintas untuk meraih sesuatu, alih-alih melalui proses dan kerja keras.

“Melalui narasi Sekawan Limo 2, ia ingin penonton menjadikan pencapaian yang manis ketika itu hanya bisa diraih melalui kerja keras, bukan dengan cara yang instan,” ujarnya.

Perubahan nuansa film ke arah drama disebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain. Salah satu pemeran, Indra Pramujito, mengungkapkan bahwa arahan sutradara membuat pendalaman emosi menjadi lebih kuat, termasuk dalam adegan yang melibatkan unsur budaya Tionghoa.

Indra juga menyebut tantangan terbesar saat syuting adalah menjaga fokus di tengah adegan emosional, terutama ketika rekan-rekan komedian seperti Benidictus Siregar dan Firza Valaza hadir di lokasi syuting.

Meski film baru akan tayang resmi dalam beberapa hari, antusiasme penonton sudah terlihat tinggi. Produser Mithu Nisar menyebut lebih dari 30.000 tiket penayangan perdana pada 27 Mei telah habis terjual melalui penjualan tiket awal (advance ticket sales).

“Harapannya bisa eskalasi (jumlah penonton) dari film yang pertama,” tutup Bayu Skak.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka