Jateng, Jatim, dan Jabar Jadi Pemasok Hewan Kurban Terbesar ke Jakarta

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi urutan daerah pemasok terbesar hewan kurban ke Jakarta menjelang Idul Adha 2026.

"Paling banyak memang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang masuk hewan kurban ke Jakarta menjelang Idul Adha ini," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok dalam pengecekan hewan menjelang Idul Adha 2026 di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, Kamis.

Ribuan ternak dari berbagai daerah tersebut kini mulai masuk ke ibu kota dengan pengawasan kesehatan yang diperketat.

Selain dari Pulau Jawa, pasokan hewan kurban juga datang dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Lampung.

Hasudungan menjelaskanbseluruh hewan yang masuk ke Jakarta wajib memenuhi persyaratan kesehatan yang ketat.

Setiap ternak harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Sertifikat Veteriner dari daerah asal.

Pemeriksaan dilakukan melalui sistem nasional iSIKHNAS yang memungkinkan pemerintah memonitor asal-usul dan kondisi kesehatan hewan ternak secara digital.

"Dokter hewan di daerah asal akan berkoordinasi dengan kami untuk memastikan hewan yang dikirim benar-benar sehat," ujar Hasudungan.

Selain pemeriksaan administrasi, Pemprov DKI Jakarta juga menerjunkan tim dokter hewan dan paramedis ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan klinis langsung di lokasi penjualan hewan kurban.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun Lumpy Skin Disease (LSD) yang belakangan menjadi perhatian pemerintah.

Apabila ditemukan indikasi penyakit, sampel hewan akan dibawa ke laboratorium milik Pemprov DKI Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Hasudungan memastikan hewan kurban yang masuk ke Jakarta juga telah menjalani vaksinasi sesuai program nasional, khususnya vaksin PMK dan antraks.

Dengan meningkatnya distribusi hewan kurban dari berbagai daerah ke Jakarta, Pemprov DKI memastikan pengawasana terus diperketat agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat dan aman dikonsumsi.

Adapun menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengingatkan dan mengimbau masyarakat terkait tips memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam dengan teliti.

Selain harus memenuhi syariat Islam, hewan kurban juga wajib dipastikan dalam kondisi sehat agar aman dikonsumsi dan memenuhi prinsip kesejahteraan hewan.

Hasudungan menyebut masyarakat perlu memahami sejumlah kriteria dasar sebelum membeli hewan kurban, baik kambing, domba, sapi, maupun kerbau.

Menurutnya, hewan kurban yang dipilih harus memenuhi ketentuan syariat Islam, yakni dalam kondisi sehat, tidak memiliki cacat fisik, tidak kurus dan cukup umur sesuai ketentuan agama.

Lalu, persyaratan hewan kurban sesuai syariat Islam antara lain sehat, tidak cacat seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekor, atau mengalami kerusakan daun telinga.

Hasudungan menambahkan masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan hewan secara fisik sebelum melakukan pembelian.

Hewan yang sehat dinilai akan menghasilkan daging yang aman dikonsumsi serta mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang layak.

Baca juga: Penyakit Antraks Disebut Jadi Ancaman Utama Hewan Kurban

Baca juga: Harga yang Stabil Memicu Daerah Lain Beli Hewan Kurban di Jakarta

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka