Pemimpin Eropa Desak Zelensky Usut Skandal Korupsi demi Keanggotaan UE

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Para pemimpin Eropa mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyelidiki skandal korupsi di negaranya, terutama yang melibatkan mantan kepala Kantor Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak, guna mengamankan peluang Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.

Menurut laporan surat kabar Die Zeit pada Kamis (21/5), yang mengutip sumber terkait, Kanselir Jerman Friedrich Merz sempat membahas isu korupsi di Ukraina dengan Zelensky setelah Yermak mengundurkan diri pada 2025.

Dalam pembicaraan itu, Merz disebut menegaskan Ukraina berada di persimpangan jalan akibat skandal korupsi tersebut.

Selain Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga dilaporkan melakukan percakapan serupa dengan Zelensky.

Namun demikian, laporan itu menyebut otoritas Ukraina hingga kini belum memenuhi tuntutan para pemimpin Eropa tersebut.

Sebelumnya, pada 11 Mei lalu, Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi Ukraina (SAPO) mengumumkan dakwaan terhadap Yermak.

Sehari kemudian, Pengadilan Tinggi Anti-Korupsi Ukraina mulai mempertimbangkan proses pra-peradilan terbatas. Kepala SAPO Oleksandr Klymenko mengatakan jaksa akan meminta penahanan terhadap Yermak dengan opsi jaminan sebesar 3,1 juta dolar AS atau sekitar Rp54,8 miliar.

Sementara itu, anggota parlemen Ukraina Yaroslav Zheleznyak pada Jumat pekan lalu (15/5) menyatakan dana jaminan untuk Yermak telah terkumpul penuh di bawah tekanan Zelensky, meski dana tersebut belum ditransfer ke rekening pengadilan anti-korupsi.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka