Jakarta (KABARIN) - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa rekam jejak menjadi faktor utama dalam penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
“Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track recordnya juga,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.
Rosan menjelaskan bahwa Luke memiliki pengalaman kuat di sektor mineral dan perdagangan, termasuk pernah memimpin sejumlah perusahaan di industri tersebut. Ia juga dinilai memiliki jaringan luas serta kinerja yang baik selama berada di Danantara Indonesia.
“Yang paling penting justru pengalaman trading-nya ada, mineralnya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral dan networknya juga baik, dan yang paling penting juga kita lihat selama ini di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik,” ujarnya.
Menurut Rosan, pengalaman Luke di berbagai perusahaan multinasional termasuk PT Vale Indonesia juga menjadi pertimbangan penting. Ia menambahkan bahwa Luke bahkan mampu berbahasa Indonesia.
“Dia pun bisa bahasa Indonesia juga dan memang istrinya orang Indonesia,” katanya.
Luke Thomas Mahony sendiri merupakan warga negara Australia yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia. Saat ini ia juga tercatat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.
Penunjukan ini dilakukan di tengah kebijakan baru pemerintah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam.
Dalam aturan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ekspor sejumlah komoditas seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy akan dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk sebagai eksportir tunggal.
Sumber: ANTARA