Penahanan, intimidasi, dan perlakuan tidak manusiawi yang dialami para aktivis GSF 2.0 harus menjadi penguat semangat perjuangan solidaritas kemanusiaan untuk Gaza, Palestina, dan Masjid Al Aqsa,
Jakarta (KABARIN) - Aqsa Working Group (AWG) menyampaikan apresiasi terhadap langkah diplomatik Pemerintah Indonesia dalam merespons tindakan yang mereka sebut sebagai pelanggaran oleh Israel, sekaligus upaya pembebasan aktivis dan jurnalis Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Ketua Presidium AWG M Anshorullah mengatakan dukungan tersebut juga datang dari berbagai negara dan menjadi bagian dari tekanan diplomatik internasional.
“Mengapresiasi berbagai negara, khususnya Pemerintah Republik Indonesia, atas kecaman dan langkah diplomatik yang dilakukan terhadap tindakan kriminal Zionis Israel serta upaya pembebasan para aktivis dan jurnalis Indonesia,” kata Anshorullah di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa pembebasan para aktivis tersebut tidak menghapus dugaan pelanggaran hukum internasional yang terjadi dalam proses penangkapan.
Menurutnya, penangkapan dilakukan di wilayah perairan internasional dan disertai perlakuan yang tidak manusiawi terhadap para aktivis dan jurnalis.
Anshorullah juga menyebut pembebasan tersebut bukan hasil peran Board of Peace (BoP), yang menurutnya justru memiliki sikap berbeda terhadap gerakan Global Sumud Flotilla.
AWG kemudian mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Mahkamah Pidana Internasional (ICC), serta lembaga hak asasi manusia internasional lainnya untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang terjadi.
Mereka juga meminta Pemerintah Indonesia untuk terus menuntut pertanggungjawaban atas tindakan yang dialami warga negara Indonesia yang ikut dalam misi tersebut.
Selain itu, AWG menilai bahwa berbagai bentuk tekanan dan penahanan tidak akan menghentikan solidaritas internasional terhadap perjuangan Palestina dan Masjid Al Aqsa.
AWG juga memberikan penghargaan kepada penyelenggara Global Sumud Flotilla 2.0 yang dinilai konsisten dalam menggalang gerakan solidaritas internasional.
Dalam pernyataannya, AWG turut mendoakan para aktivis yang terlibat agar perjuangan mereka dicatat sebagai bagian dari pembelaan terhadap Palestina dan Masjid Al Aqsa.
Sumber: ANTARA