Temuan ini bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies langka, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun model konservasi yang adil, kolaboratif, dan dapat diterima masyarakat
Makassar (KABARIN) - Tim peneliti dari Universitas Hasanuddin bersama James Cook University dan Universitas Borneo Tarakan berhasil menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus) di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Penemuan ini menjadi perhatian penting dunia konservasi karena spesies tersebut sebelumnya hampir tidak pernah terdeteksi kembali dan masuk kategori Critically Endangered menurut IUCN.
Perwakilan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Rohani Ambo Rappe, menegaskan pentingnya temuan ini dalam perspektif konservasi jangka panjang.
“Temuan ini bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies langka, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun model konservasi yang adil, kolaboratif, dan dapat diterima masyarakat," kata Prof Rohani Ambo Rappe selaku perwakilan Rektor Unhas dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas institusi dalam riset ini yang telah berlangsung sejak 2022, serta dorongan untuk membentuk konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan.
"Karena itu, kami mendorong lahirnya konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan agar penguatan data ilmiah dan kebijakan dapat berjalan beriringan,” kata Prof Rohani.
Dalam penelitian lapangan pada 2023, tim kolaborasi internasional menemukan 43 individu Hiu Gangga di Sungai Sesayap hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu. Jumlah ini menunjukkan kawasan tersebut sebagai salah satu habitat tersisa yang sangat penting bagi kelangsungan spesies tersebut.
Sungai Sesayap sendiri telah ditetapkan sebagai Important Shark and Ray Area (ISRA) pada 2024, menegaskan perannya sebagai area asuhan (nursery ground) bagi hiu sungai yang sangat langka.
Temuan ini juga menjadi bukti bahwa pendekatan riset kolaboratif antara perguruan tinggi Indonesia dan mitra internasional dapat membuka kembali harapan bagi pelestarian biodiversitas perairan Indonesia.
Sumber: ANTARA