Indonesia Serukan Komitmen Global untuk Pelucutan Senjata Nuklir di Forum NPT

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Indonesia kembali menegaskan sikapnya agar negara negara di dunia tetap berkomitmen pada upaya penghapusan senjata nuklir meski pembahasan dalam Konferensi Tinjauan Traktat Non Proliferasi Nuklir atau NPT 2026 tidak menghasilkan kesepakatan bersama.

Pernyataan ini disampaikan Indonesia dalam forum yang digelar di markas besar United Nations pada 27 April hingga 22 Mei 2026. Indonesia juga berperan sebagai Koordinator Gerakan Non Blok yang mewakili 118 negara anggota.

Dalam pertemuan tersebut Indonesia ikut memimpin penyelarasan sikap negara negara non blok agar implementasi Non Proliferation Treaty tetap berjalan seimbang.

Ada tiga pilar utama yang ditekankan yaitu pelucutan senjata nuklir, pencegahan penyebaran senjata nuklir, serta pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Indonesia menilai kesepakatan global tidak boleh dicapai dengan cara menurunkan standar komitmen yang sudah disepakati sebelumnya terutama terkait pengurangan senjata nuklir.

Konferensi ini berlangsung di tengah kondisi dunia yang dinilai semakin rawan risiko nuklir. Beberapa isu yang menjadi sorotan antara lain modernisasi persenjataan, kemungkinan uji coba baru, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam sistem kendali senjata nuklir. Saat ini masih terdapat lebih dari 12 ribu hulu ledak nuklir yang dimiliki sejumlah negara.

Menurut Indonesia, situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kesalahan perhitungan yang bisa memicu eskalasi konflik bahkan penggunaan senjata nuklir yang dampaknya sangat luas bagi kemanusiaan dan lingkungan.

Pada penutupan konferensi Indonesia menyampaikan kekecewaan karena tidak adanya dokumen akhir yang benar benar substantif. Indonesia menegaskan bahwa pelucutan senjata nuklir bukan sekadar wacana tetapi kebutuhan nyata untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

Indonesia juga menyoroti bahwa negara non pemilik senjata nuklir sudah menjalankan kewajiban non proliferasi secara ketat sesuai NPT. Sebaliknya negara pemilik senjata nuklir diminta lebih serius menjalankan kewajiban pelucutan sesuai Pasal VI NPT.

Selain itu Indonesia menekankan pentingnya hak semua negara untuk mengembangkan energi nuklir bagi kepentingan damai tanpa diskriminasi termasuk dari pendekatan yang bersifat selektif atau politis.

Indonesia juga mengapresiasi Vietnam sebagai Presiden Konferensi yang telah berupaya menjaga proses negosiasi tetap inklusif dan kondusif meski situasi pembahasan cukup rumit.

Meski konferensi gagal mencapai konsensus Indonesia menegaskan hal itu tidak boleh melemahkan komitmen global. Justru kondisi ini harus menjadi pengingat bahwa risiko nuklir masih tinggi dan dunia perlu memperkuat kemauan politik untuk menuju masa depan tanpa senjata nuklir.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka