AS dan Iran Sepakati Pembukaan Penuh Selat Hormuz dalam 30 Hari

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk membuka kembali akses penuh Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan. Informasi ini disampaikan Washington Post yang mengutip seorang diplomat tanpa nama.

Dalam laporan yang sama, kesepakatan awal tersebut juga mencakup penundaan pembicaraan terkait program nuklir Iran hingga waktu yang belum ditentukan. Hal itu disebut berasal dari pernyataan seorang pejabat Iran yang identitasnya tidak diungkap.

Namun, kerangka kesepakatan itu dikabarkan belum sepenuhnya disetujui oleh pihak Iran. Laporan tersebut juga menyebut masih ada proses negosiasi lanjutan yang melibatkan diplomat dari kedua pihak.

Media yang sama juga melaporkan bahwa AS dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sebagai upaya menuju kesepakatan final.

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel disebut melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang kemudian memicu korban dan kerusakan. Iran membalas dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah dengan alasan pertahanan diri.

Kemudian pada 7 April, kedua pihak mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan, sehingga Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa penghentian konflik untuk memberi ruang Iran menyusun proposal baru.

Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut sebelumnya sempat membuat Selat Hormuz mengalami hambatan aktivitas secara tidak langsung. Jalur ini merupakan rute penting bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia menuju pasar global.

Gangguan tersebut ikut berdampak pada pasokan energi dunia dan memicu kenaikan harga bahan bakar serta sejumlah produk industri di berbagai negara.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka