Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Permusuhan

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Donald Trump menyatakan bahwa Israel dan kelompok pejuang Lebanon Hezbollah telah menyepakati penghentian serangan satu sama lain.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Senin (1/6), usai dirinya mengaku melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait konflik di kawasan tersebut.

Trump menyebut telah melakukan pembicaraan lewat sambungan telepon yang ia nilai berjalan produktif dengan pimpinan otoritas Israel Benjamin Netanyahu. Dalam komunikasi itu, ia mengklaim memperoleh jaminan bahwa Israel tidak akan mengirim pasukan ke Beirut.

“Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan,” kata Trump.

Ia juga mengeklaim telah menyampaikan pesan kepada Hizbullah melalui perantara tingkat tinggi dan mendapatkan komitmen bahwa kelompok tersebut akan menghentikan aksi permusuhan.

“Demikian pula, melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel,” ujar Trump.

Di sisi lain, konflik antara Israel dan Lebanon masih dilaporkan terus berlangsung di tengah gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang selama 45 hari setelah proses mediasi tidak langsung yang difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa sejak 2 Maret, serangan Israel telah menimbulkan lebih dari 3.400 korban jiwa di berbagai wilayah negara tersebut.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka