China Kirim Bantuan Medis Darurat untuk Atasi Wabah Ebola di Kongo

waktu baca 2 menit

Beijing (KABARIN) - China menyatakan memberikan dukungan kemanusiaan darurat kepada Republik Demokratik Kongo serta memperkuat kerja sama dengan African Union dalam upaya penanganan wabah Ebola yang kembali merebak di Afrika.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan bahwa Beijing telah memutuskan untuk mengirim tim ahli medis guna membantu layanan kesehatan di wilayah terdampak.

"Pemerintah China telah memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan darurat kepada DRC, dan khususnya mengirim tim ahli medis untuk layanan dan bantuan medis," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (1/6).

Selain bantuan ke Kongo, China juga disebut memberikan dukungan kepada Komisi Uni Afrika serta terlibat dalam kerja sama pencegahan dan pengendalian penyebaran Ebola di kawasan tersebut.

Situasi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Organisasi Médecins Sans Frontières menyebut laju penyebaran penyakit ini belum pernah terjadi sebelumnya dan membebani kapasitas tenaga medis di lapangan.

Direktur Operasi MSF, Alan Gonzalez, mengatakan bahwa tim kesehatan kewalahan menghadapi penyebaran kasus yang sangat cepat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut kasus dugaan Ebola baru terus muncul setiap hari, namun keterlambatan pemeriksaan menjadi hambatan dalam penanganan cepat.

Menurutnya, kapasitas pengujian harus segera ditingkatkan agar penyebaran dapat dikendalikan.

Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization juga telah menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Data otoritas kesehatan Kongo mencatat lebih dari 1.000 kasus suspek dengan lebih dari 200 kematian sejak wabah diumumkan pada pertengahan Mei, dengan sebaran utama di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.

China sendiri menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen kerja sama jangka panjang dengan Afrika dalam menghadapi krisis kesehatan global.

Beijing juga menyebut telah mengirim puluhan tim medis ke berbagai negara Afrika dalam beberapa tahun terakhir untuk membantu penanganan penyakit menular dan memperkuat sistem kesehatan di kawasan tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka