Prancis (KABARIN) - Stellantis akan menginvestasikan lebih dari 1 miliar Euro (kisaran Rp21 triliun) di Prancis untuk mendukung produksi tiga model Peugeot masa depan yang tersedia dalam versi listrik dan hybrid, berbasis platform baru STLA One.
Berdasarkan siaran pers yang dibagikan raksasa otomotif tersebut di situs resminya, Selasa (2/6), ketiga kendaraan baru tersebut akan diposisikan di segmen C, dan dirakit di fasilitas industri Mulhouse (Alsace), Prancis, mulai tahun 2029.
Investasi ini akan mendukung pengembangan platform modular baru STLA One di Prancis sekaligus produksi industri dari tiga model baru tersebut di Mulhouse.
Proyek-proyek ini sepenuhnya sejalan dengan rencana strategis FaSTLAne 2030, yang diperkenalkan pada 21 Mei 2026. Salah satu pilar utama strategi tersebut adalah pengembangan platform global baru, sistem penggerak (powertrain), dan teknologi baru.
“Prancis menjadi contoh sempurna dari strategi global Stellantis yang kami presentasikan dalam rencana FaSTLAne 2030, di mana skala global kami, pemahaman mendalam terhadap pasar lokal, dan kekuatan merek-merek kami berpadu untuk memenuhi bahkan melampaui harapan pelanggan,” kata CEO Stellantis, Antonio Filosa.
STLA One menjadi contoh utama dari strategi itu: sebuah arsitektur modular dan fleksibel yang mendukung berbagai jenis sistem penggerak serta ukuran kendaraan, dirancang untuk mempercepat siklus pengembangan dan menargetkan efisiensi biaya sebesar 20 persen melalui penyederhanaan dalam skala besar.
Tiga model Peugeot segmen C yang akan datang akan tersedia dalam versi 100 persen listrik atau hybrid.
Peugeot termasuk dalam empat merek global Stellantis yang memiliki potensi terbesar dalam hal volume penjualan dan profitabilitas. Peugeot juga menjadi merek pertama yang akan meluncurkan platform STLA One, sebuah teknologi yang dirancang untuk diterapkan secara global.
Di sisi lain, investasi di segmen C, segmen yang menyumbang sekitar 30 persen dari total penjualan mobil di Eropa, merupakan bagian dari strategi Stellantis di Eropa untuk memperkuat cakupan pasarnya di kawasan tersebut.
Selain itu, produksi model-model ini di Mulhouse mulai tahun 2029 menunjukkan ambisi perusahaan untuk menggabungkan elektrifikasi dengan kinerja industri yang tinggi di Prancis, yang merupakan negara penting dalam strategi Stellantis.
Investasi ini akan meningkatkan tingkat pemanfaatan kapasitas pabrik Mulhouse—yang mempekerjakan 4.500 karyawan dan merupakan aset bersejarah bagi perusahaan—serta menjamin masa depan fasilitas tersebut dengan memberikan kepastian jangka panjang di tengah transformasi besar yang sedang terjadi di industri otomotif.
Stellantis menyambut baik komitmen kuat pemerintah Prancis dalam mendekarbonisasi sektor mobilitas melalui dukungan terhadap pembelian kendaraan ramah lingkungan, serta tekadnya untuk terus menjalankan kebijakan industri yang ambisius dan kompetitif di Prancis maupun Eropa, khususnya melalui inisiatif kebijakan “Made in Europe”.
Menurut perusahaan, kebijakan-kebijakan tersebut berperan penting dalam menciptakan kondisi yang mendukung investasi ini.
Sumber: ANTARA