Kuwait Sempat Tutup Wilayah Udaranya Ketika Situasi Memanas

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Kuwait sempat menutup sementara wilayah udaranya, dan mengalihkan penerbangan ke sejumlah bandara alternatif, demikian dilaporkan media Al Jazeera.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil negara tersebut kemudian menyatakan bahwa wilayah udara telah dibuka kembali setelah "situasi yang memerlukan tindakan pencegahan telah teratasi," lapor Kantor Berita Kuwait (KUNA) pada Kamis.

Menurut pihak berwenang, situasi baik di dalam maupun di luar negeri Kuwait terus dipantau secara ketat untuk memastikan tingkat keamanan tertinggi.

Situasi di kawasan kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu menuduh Teheran mengulur negosiasi.

Hal tersebut membuat Amerika Serikat melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran. Komando Pusat Pentagon mengumumkan pada Rabu bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap Iran atas arahan panglima tertinggi AS.

Sementara itu, Kantor Berita Iran Tasnim, mengutip sumber militer, melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran siaga terhadap kemungkinan serangan AS, dan jika terjadi, Teheran akan menyerang target AS di Timur Tengah.

Menyusul serangan AS terhadap Iran, Republik Islam tersebut melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Harir AS di Irak utara, demikian dilaporkan kantor berita Iran Nour News.

Baca juga: Iran "Ogah" Negosiasi Langsung dengan AS, Pilih Jalur Mediasi Qatar

Baca juga: Rencana Israel Bangun 61 Pemukiman Baru di Tepi Barat Jadi Sorotan

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka