Ulang Tahun ke-63, Pramono Harap Pengguna Transportasi Umum Meningkat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota dapat meningkat hingga menembus angka 30 persen bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-63.

“Kadonya (untuk ulang tahun), bisa 30 persen, Alhamdulillah,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Barat, Kamis (11/6).

Pramono menjelaskan bahwa konektivitas antarmoda transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Selain itu, kehadiran layanan Transjabodetabek juga memperluas akses transportasi bagi warga di wilayah penyangga yang bekerja di Jakarta.

Meski demikian, ia menyayangkan tingkat penggunaan transportasi umum masih berada di bawah 30 persen. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas sehari-hari.

Namun, Pramono meyakini kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat mendorong lebih banyak warga beralih menggunakan transportasi umum karena dinilai lebih ekonomis.

Selain meningkatkan jumlah pengguna, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membuka peluang untuk menambah kelompok penerima fasilitas transportasi umum gratis yang saat ini telah mencakup 15 golongan masyarakat.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan subsidi silang yang lebih adil, di mana masyarakat yang kurang mampu dapat menikmati layanan transportasi secara gratis, sementara kelompok yang lebih mampu membayar tarif sesuai kemampuan.

“Kemungkinan akan kita tambah golongannya, akan kita gratiskan. Karena supaya subsidi silangnya itu lebih adil, bagi yang tidak mampu, gratis. Bagi yang mampu, ya bayarnya lebih tinggi sedikit,” katanya.

Pramono menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek akan dikaji secara matang agar tidak mendorong masyarakat kembali menggunakan kendaraan pribadi.

Ia juga menyebut skema tarif berdasarkan jarak tempuh menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan untuk menjaga keterjangkauan biaya transportasi bagi masyarakat.

“Tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi. Karena bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini,” ujarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka