Prabowo Sambut Presiden Jerman dengan Upacara Kenegaraan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto menyambut Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, sebagai bagian dari kunjungan resmi Presiden Jerman ke Indonesia.

Berdasarkan pantauan, iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Steinmeier menuju Istana Merdeka dikawal oleh 17 personel pasukan motoris Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan Paspampres serta 120 pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri Paspampres yang melintas dari Jalan Medan Merdeka Utara.

Kedatangan kedua kepala negara juga disambut antusias oleh para pelajar yang berjajar di sekitar kawasan Istana Merdeka sambil melambaikan bendera kecil Indonesia dan Jerman.

Rangkaian penyambutan diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Jerman dan Indonesia Raya yang diiringi dentuman meriam kehormatan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara. Setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier melakukan inspeksi pasukan kehormatan.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam penyambutan tersebut, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Usai upacara penyambutan, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral guna membahas berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan kedua negara.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Steinmeier juga akan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahmi, serta berdialog dengan kalangan intelektual dan peneliti Indonesia.

Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Jerman akan difokuskan pada penguatan kerja sama ekonomi serta perluasan program pertukaran tenaga kerja terampil antara kedua negara.

Sebelumnya, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyatakan bahwa kunjungan Presiden Steinmeier bertujuan mempererat hubungan bilateral dan memperkuat kemitraan dengan negara-negara berkembang yang memiliki peran strategis, termasuk Indonesia.

Menurutnya, Indonesia merupakan mitra penting bagi Jerman di kawasan Asia Tenggara karena posisinya sebagai negara terbesar di kawasan tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka