Iran Peringatkan Israel Terkait Konflik di Lebanon Selatan, Ancam Respons Militer

waktu baca 2 menit

Teheran (KABARIN) - Iran pada Selasa (16/6) mengeluarkan peringatan keras kepada Israel terkait situasi di Lebanon selatan, dengan menyebut bahwa Teheran siap memberikan respons militer jika serangan tidak dihentikan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, yang menuduh Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata di wilayah Lebanon selatan sebanyak 84 kali.

Dalam pernyataannya, Iran menuding Israel masih melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil di Lebanon meski terdapat kesepakatan penghentian perang yang telah diumumkan sebelumnya.

Ketegangan ini muncul di tengah proses finalisasi nota kesepahaman (MoU) antara Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan yang sebelumnya diumumkan pada 15 Juni 2026 sebagai upaya mengakhiri konflik di kawasan Asia Barat, termasuk Lebanon.

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan menandatangani MoU tersebut di Swiss pada 19 Juni.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyebut bahwa penghentian konflik di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan damai tersebut.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan harus mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah yang masih diduduki.

“Berakhirnya perang juga mencakup berakhirnya pendudukan (Israel). Berakhirnya perang tidak akan lengkap tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah-wilayah (Lebanon) yang mereka duduki dalam perang ini,” ujarnya.

Pernyataan Iran juga muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut bahwa pasukan Israel akan tetap berada di sejumlah “zona keamanan” di Lebanon, Suriah, dan Gaza selama dianggap perlu.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski terdapat upaya diplomatik untuk meredakan konflik, ketegangan antara pihak-pihak terkait masih terus berlangsung di kawasan tersebut.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka