BI diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI siang ini walaupun masih ada ruang kenaikan lagi di bulan depan
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (18/6) pagi melemah 94 poin atau 0,53 persen ke level Rp17.856 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.762 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, terutama pernyataan hawkish dari bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.730–Rp17.810 dipengaruhi oleh faktor global keputusan suku bunga The Fed tadi malam yang tidak berubah dan statement The Fed yang hawkish dimana suku bunga akan tinggi dan lama memupus harapan penurunan suku bunga satu kali di tahun ini, serta meningkatkan indeks dolar tembus di atas 100,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Anadolu, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5–3,75 persen dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Keputusan tersebut diambil di tengah berbagai tekanan global, termasuk inflasi, gangguan pasokan energi, dan ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan kembali menahan suku bunga acuan, meski masih ada peluang kenaikan pada bulan berikutnya.
Sumber: ANTARA