Trump Desak Gencatan Senjata Menyeluruh di Timur Tengah

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan komitmen negaranya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah. Ia juga mendorong seluruh pihak yang terlibat dalam berbagai konflik di kawasan tersebut untuk tetap menahan diri dan mendukung proses perdamaian yang sedang berjalan.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan harapannya agar situasi kondusif yang mulai terbentuk dapat terus dipertahankan oleh semua pihak, termasuk Israel dan kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

"Amerika Serikat berkomitmen pada perdamaian, dan kami mendorong semua pihak di kawasan Timur Tengah untuk tetap berkomitmen sehingga proses negosiasi dapat berjalan dengan baik," tulis Trump melalui platform Truth Social.

Menurut Trump, perkembangan terbaru di kawasan telah memberikan respons positif dari pasar global. Ia menyebut harga minyak mengalami penurunan, sementara pasar saham menunjukkan penguatan sebagai tanda meningkatnya optimisme investor terhadap kondisi geopolitik yang lebih stabil.

"Pasar menyambut positif perkembangan ini dengan harga minyak yang turun dan pasar saham yang menguat. Kami mengharapkan gencatan senjata penuh di semua front, termasuk di Lebanon, antara Hizbullah dan Israel," tulis Trump melanjutkan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kemajuan penting dalam upaya meredakan ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pada Minggu, kedua negara mengonfirmasi bahwa proses penyusunan nota kesepahaman telah selesai. Selanjutnya, pada dini hari 18 Juni, Washington dan Teheran menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh sebagai langkah untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari.

Kesepakatan itu memberikan waktu selama 60 hari bagi kedua negara untuk melanjutkan perundingan terkait isu program nuklir Iran dan pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Selain membuka jalan bagi negosiasi lanjutan, memorandum tersebut juga mengatur tahapan penghentian blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat. Di sisi lain, Iran akan memulihkan kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Melalui kesepakatan awal tersebut, berbagai pihak berharap ketegangan di Timur Tengah dapat terus mereda. Harapan itu semakin menguat setelah Trump secara terbuka menyerukan gencatan senjata yang lebih luas, termasuk pada konflik yang masih berlangsung antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka