Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan pada Jumat pagi dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data pasar valuta asing, rupiah tercatat turun 51 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.845 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.794 per dolar AS.
Pelemahan ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Dengan kata lain, dibutuhkan lebih banyak rupiah untuk mendapatkan satu dolar AS dibandingkan sehari sebelumnya.
Pergerakan nilai tukar rupiah sendiri masih menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari perdagangan internasional, investasi, hingga harga barang impor di dalam negeri.
Meski demikian, pergerakan kurs mata uang merupakan hal yang wajar terjadi di pasar keuangan. Nilainya dapat berubah setiap saat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, sentimen investor, hingga perkembangan geopolitik internasional.
Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah tercatat berada di level Rp17.845 per dolar AS atau melemah 51 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.794 per dolar AS.
Sumber: ANTARA