Washington (KABARIN) - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan Israel seharusnya menghormati proses perdamaian di Timur Tengah karena hal itu akan menguntungkan warga Israel dan negara-negara lain di kawasan tersebut.
"Pada dasarnya, warga Israel, sama seperti semua pihak lainnya, harus menghormati proses perdamaian ini yang pada dasarnya bermanfaat bagi mereka dan bagi seluruh kawasan," kata Vance dalam sebuah konferensi pers di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (18/6).
Menurut Vance, AS hampir setiap hari melakukan kontak tingkat tinggi dengan Israel dan negara-negara Teluk.
Pada Kamis dini hari (18/6), Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara jarak jauh untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.
MoU tersebut juga menetapkan jangka waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut mereka, serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran Selat Hormuz.
Selain itu, Iran juga berkomitmen untuk tidak memperoleh senjata nuklir, sementara isu program nuklir Iran akan diselesaikan melalui perjanjian terpisah.
Kedua belah pihak diharapkan dapat melakukan negosiasi terkait isu ini selama 60 hari ke depan. Bagi Iran, tujuan utamanya adalah sederet sanksi yang dijatuhkan kepadanya dicabut.
Baca juga: Trump Desak Gencatan Senjata Menyeluruh di Timur Tengah
Baca juga: Iran Isyaratkan Respons Keras Jika Kesepakatan Dilanggar
Sumber: SPU