Trump: Tak Ada Batasan, AS Punya Militer Terkuat di Dunia

waktu baca 2 menit

Kami mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pernyataan tegas terkait kekuatan militer negaranya dan penggunaan kewenangan sebagai presiden pascakonflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam wawancara dengan Axios yang dirilis pada Kamis (18/6), Trump ditanya mengenai pelajaran yang ia peroleh terkait penggunaan kekuasaan presiden, termasuk batasan-batasan yang ada, setelah konflik yang melibatkan AS dan Iran.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Trump memberikan jawaban yang cukup mencolok.

"Tidak ada batasan. Saya belum mempelajari pelajaran itu. Saya tahu ada, tetapi tidak ada batasan. Kami mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer," kata Trump.

Trump juga menegaskan keyakinannya bahwa Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kekuatan militer paling unggul di dunia. Menurutnya, kemampuan militer AS jauh melampaui negara-negara lain.

"Kami memiliki militer terkuat di dunia, jauh melampaui yang lain. Siapa lagi yang bisa melakukan blokade seperti itu? Saya pernah melakukan blokade laut di mana tak ada satu pun kapal bisa melintas. Beberapa memang mencoba, tapi mereka gagal. Itu tidak berlangsung lama," katanya.

Pernyataan tersebut merujuk pada langkah-langkah yang diambil Amerika Serikat selama konflik dengan Iran, termasuk blokade laut yang sempat menjadi bagian dari strategi tekanan terhadap Teheran.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga ditanya mengenai nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pekan ini. Ketika diminta menanggapi apakah kesepakatan tersebut bisa dianggap sebagai bentuk "penyerahan tanpa syarat" dari Iran, Trump tidak menampik kemungkinan itu.

"Ya, kemungkinan besar itu memang penyerahan tanpa syarat," kata Trump.

Pernyataan Trump muncul di tengah perkembangan hubungan Washington dan Teheran yang memasuki babak baru setelah kedua negara menyepakati nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik militer yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Meski demikian, proses negosiasi antara kedua negara masih akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, terutama terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi yang selama ini diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Komentar Trump yang menegaskan kekuatan militer AS sekaligus menyebut kemungkinan adanya "penyerahan tanpa syarat" dari Iran diperkirakan akan kembali memicu perdebatan di tingkat internasional mengenai dinamika hubungan kedua negara pascakonflik.

Baca juga: Iran Isyaratkan Respons Keras Jika Kesepakatan Dilanggar

Baca juga: Trump Desak Gencatan Senjata Menyeluruh di Timur Tengah

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka