Macron Kritik Strategi Israel di Timur Tengah yang Dinilai Picu Kekerasan

waktu baca 1 menit

Istanbul (KABARIN) - Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai strategi militer Israel di Lebanon, Jalur Gaza, dan Tepi Barat justru bertentangan dengan kepentingan Israel sendiri karena memicu kebencian dan kekerasan di kawasan tersebut.

Dalam wawancara dengan France 2 pada Kamis (18/6), Macron menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump benar dalam meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunjukkan rasa tanggung jawab.

Ia menegaskan bahwa keamanan Israel tidak dapat dijamin melalui pendudukan atau penguasaan wilayah di negara-negara tetangganya.

“Strategi yang terus dijalankan (Netanyahu) di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon selatan dalam jangka panjang bertentangan dengan kepentingan Israel karena memicu kebencian dan kekerasan di kalangan masyarakat di kawasan itu,” kata Macron.

Macron juga menyinggung kesepakatan terbaru terkait Iran yang dinilainya penting bagi stabilitas Lebanon. Ia menyebut komunitas internasional akan segera dimobilisasi untuk membantu tentara Lebanon memulihkan kendali wilayahnya.

Menurutnya, konflik dengan Iran memang belum sepenuhnya berakhir meski kesepakatan telah dicapai, namun fase baru berupa dialog dan kerja sama telah dimulai.

“Selalu lebih baik memiliki sebuah kesepakatan daripada perang, terutama ketika terdapat risiko eskalasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan rezim tidak dapat dicapai melalui pengeboman.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka