Moskow (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai negara-negara Eropa berupaya membuka ruang perundingan dengan Moskow sambil tetap melanjutkan tekanan terhadap Rusia melalui berbagai mekanisme hukum internasional.
Dalam artikel berjudul "Ukraina, Eropa, dan Keamanan Global", Lavrov menyebut Eropa menjalankan pendekatan ganda dengan menggabungkan diplomasi dan apa yang ia sebut sebagai kampanye hukum terhadap Rusia.
"Rencana Eropa adalah berunding dengan Rusia sembari secara bersamaan terus melancarkan kampanye perang hukum yang diatur melalui Dewan Eropa," kata Lavrov.
Menurut dia, Dewan Eropa saat ini tengah membangun berbagai instrumen yang ditujukan untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas konflik yang terjadi.
"Di dalam organisasi yang dulunya disegani ini, sebuah infrastruktur lengkap sedang dibangun dengan tujuan khusus untuk 'meminta pertanggungjawaban Rusia': sebuah Daftar Kerugian, Komisi Klaim, dan Pengadilan Khusus," ujarnya.
Lavrov juga menuduh Uni Eropa telah memberikan persetujuan terhadap penahanan kapal dagang di perairan internasional.
"Uni Eropa juga telah memberikan lampu hijau untuk menahan kapal dagang di laut lepas. Beberapa insiden telah terjadi di Laut Baltik dan Atlantik," katanya.
Ia menambahkan, negara-negara Barat dinilai mengabaikan tindakan yang disebutnya sebagai aksi sabotase militer Ukraina di kawasan Laut Hitam dan Laut Mediterania.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan artikel Lavrov tersebut semula dijadwalkan terbit di media Politico Europe yang berbasis di Brussel. Namun, menurut kementerian itu, pihak redaksi membatalkan publikasinya menjelang waktu penerbitan.
Sumber: SPU