Said Iqbal Siap Bahas Tantangan Pekerja Media di Musyawarah SP Antara

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyatakan kesiapannya untuk menyerap aspirasi dan membahas tantangan pekerja media di era digital dalam agenda Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Antara.

Ketua Serikat Pekerja Antara SP Antara, Abdul Gofur, menyebut kehadiran Said Iqbal dalam forum tersebut menjadi sinyal perhatian pemerintah terhadap kondisi ketenagakerjaan di sektor media yang saat ini menghadapi tekanan cukup berat.

Ia menilai industri media sedang berada dalam masa sulit akibat transformasi digital yang mengubah pola bisnis secara drastis, termasuk penurunan pendapatan iklan dan perubahan model usaha.

“Industri media sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Transformasi digital telah mengubah lanskap bisnis media secara drastis. Banyak perusahaan media menghadapi tekanan pendapatan yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan kondisi pekerjanya,” kata Gofur.

Acara Musyawarah SP Antara sendiri dijadwalkan berlangsung di Antara Heritage Center pada Kamis, 25 Juni. Forum ini akan menjadi ruang penting bagi pekerja media untuk menyampaikan aspirasi sekaligus membahas masa depan organisasi.

Gofur menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan media menghadapi tantangan serius seperti penurunan pendapatan, efisiensi operasional, hingga pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alarm bagi semua pihak untuk mencari solusi bersama agar keberlanjutan industri media tetap terjaga tanpa mengorbankan pekerja.

Selain isu PHK, pekerja media juga masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan hak normatif serta hubungan industrial yang sehat. Ia menilai keberadaan serikat pekerja harus diperkuat sebagai bagian penting dalam ekosistem industri media modern.

“Di tengah tekanan industri media saat ini, dialog sosial antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah menjadi semakin penting. Transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja agar tercipta keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja,” ujarnya.

Musyawarah Anggota SP Antara sendiri merupakan forum tertinggi organisasi yang akan membahas evaluasi program kerja, arah perjuangan ke depan, hingga pemilihan ketua baru periode 2026 hingga 2029, sekaligus menjadi ruang diskusi terkait masa depan pekerja media di Indonesia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka