Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Senin pagi.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 22 Juni 2026, pukul 07.57 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis di Lumajang, Senin.
Ia menjelaskan, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya dan barat. Aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 170 detik.
Sebelumnya, Semeru juga erupsi pada pukul 06.50 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl). Pada kejadian tersebut, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat, serta terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 122 detik.
Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.
Sumber: ANTARA