Depok (KABARIN) - Tim mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di tingkat global dengan menghadirkan inovasi digital Pulse-Ed, sebuah platform edukasi adaptif yang dirancang khusus bagi anak-anak penderita penyakit kronis.
"Pulse-Ed lahir dari kepedulian kami terhadap anak-anak yang harus berjuang dengan kondisi penyakit kronis, tetapi tetap memiliki hak untuk belajar dan berkembang. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa solusi yang kami tawarkan dinilai relevan, dibutuhkan, dan berpotensi memberikan dampak sosial yang luas,” jelas Ketua Tim pengembang Pulse-Ed dipimpin oleh Reztika Cahyani, di Depok, Senin.
Dalam ajang International Business Competition yang berlangsung di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, pada 10-13 Juni 2026, inovasi inklusif ini sukses menyabet dua penghargaan prestisius, yakni Best Social Impact dan Best Market Validation.
Gagasan Pulse-ed dilatarbelakangi kenyataan bahwa keterbatasan fisik akibat penyakit jangka panjang seringkali menjadi hambatan besar bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan formal.
Pulse-Ed hadir sebagai solusi untuk meruntuhkan halangan tersebut, memastikan terjaminnya hak anak untuk tetap belajar dan berkembang meski harus menjalani perawatan intensif.
Platform ini bukan sekadar sistem pembelajaran daring secara konvensional, melainkan sebuah inovasi disruptif yang mengedepankan fleksibilitas dan adaptabilitas.
Sistemnya dirancang untuk menyesuaikan dengan ritme pengobatan serta kondisi psikologis anak, sehingga proses belajar dapat berlangsung tanpa menambah beban mental bagi mereka.
Tim pengembang Pulse-Ed dipimpin oleh Reztika Cahyani, mahasiswa Magister Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Keperawatan UI, yang berkolaborasi dengan Nadia Putri dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Aprilia Rambe dari Fakultas Psikologi.
Kolaborasi lintas disiplin ini menghasilkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek keperawatan komunitas, kesehatan masyarakat, dan psikologi anak.
Dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan riil pasien, keluarga, serta sistem pendukung (support system) di sekitar anak, Pulse-Ed dirancang untuk menghadirkan solusi yang relevan, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Keberhasilan meraih penghargaan Best Market Validation menunjukkan bahwa Pulse-Ed tidak hanya unggul sebagai gagasan kemanusiaan, tetapi juga memiliki model bisnis yang matang,
realistis, dan siap diimplementasikan di pasar global.
Dewan juri menilai inovasi ini mampu menjawab ceruk kebutuhan yang selama ini luput dari perhatian industri edutech konvensional.
Sementara itu, predikat Best Social Impact menegaskan orientasi utama inovasi ini pada penciptaan nilai sosial yang bermakna, membuktikan bahwa teknologi mutakhir dapat dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan kelompok masyarakat yang paling rentan.
Rektor UI, Heri Hermansyah turut menyampaikan apresiasi atas capaian internasional yang diraih mahasiswa UI melalui inovasi Pulse-Ed.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UI mampu menghadirkan solusi nyata yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, sekaligus bersaing di tingkat global. Pulse-Ed menjadi bukti bahwa riset lintas disiplin dapat menghasilkan inovasi yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berdampak sosial luas. Universitas Indonesia akan terus mendukung lahirnya karya-karya mahasiswa yang berorientasi pada keberlanjutan, kebermanfaatan yang inklusif, dan kontribusi bagi bangsa,” ujar Prof. Heri.
Keberangkatan tim Pulse-Ed ke kompetisi internasional ini turut didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sumber: ANTARA