Iran: Dana yang Dicairkan Tidak Diwajibkan untuk Beli Produk AS

waktu baca 2 menit

Iran masih dapat membeli produk pertanian Amerika jika harganya dan kualitasnya lebih menguntungkan daripada yang ditawarkan negara lain.

Istanbul (KABARIN) - Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati, Senin (22/6), mengatakan bahwa Iran tidak berkewajiban untuk membeli produk pertanian dari AS berdasarkan perjanjian yang ada terkait pencairan dana Iran.

"Berdasarkan memorandum yang telah ditandatangani, tidak ada kewajiban untuk membeli input pertanian dari Amerika Serikat," kata Hemmati kepada kantor berita Iran, Tasnim.

Hemmati menjelaskan bahwa mekanisme penggunaan "6 miliar dolar pertama" dari aset Iran yang dibekukan didasarkan pada perjanjian tahun 2023 antara Teheran dan Washington yang mencakup barang-barang penting dan obat-obatan.

Hemmati menambahkan bahwa Iran masih dapat membeli produk pertanian Amerika jika harganya dan kualitasnya lebih menguntungkan daripada yang ditawarkan negara lain.

Dia juga menuturkan bahwa Iran mengimpor barang kebutuhan pokok dan obat-obatan senilai miliaran dolar setiap tahun, serta bahwa prioritas Teheran adalah akses ke cadangan devisa asingnya sendiri.

Menurut Hemmati, aset Iran lainnya yang masih dibekukan tidak harus terbatas pada pembelian barang-barang penting dan juga dapat digunakan untuk membeli produk lain yang tidak dikenai pemberlakuan sanksi.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump, Senin (22/6), mengatakan bahwa dana Iran yang dicairkan berdasarkan kesepakatan di masa mendatang dengan Washington akan digunakan untuk pembelian makanan dari AS.

"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan," kata Trump kepada wartawan.

"Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan rakyatnya," klaimnya menambahkan.

Baca juga: Trump: Uang Iran yang Dicairkan Bisa Mengalir ke Petani AS

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka